AI adoption · Design Thinking · Hands-on prototype

Jangan mulai dari AI. Mulai dari masalah.

Bantu tim menemukan peluang AI dari pekerjaan nyata, merumuskan problem yang tepat, lalu merancang dan menguji prototype solusi yang relevan untuk organisasi.

1-Day Intensive WorkshopFormat program
Practical & case-basedPendekatan belajar
AI use case · Problem statement · Solution blueprint · PrototypeFokus output
Tantangan di tempat kerja

AI sudah tersedia. Apakah tim tahu apa yang perlu diselesaikan?

Akses ke AI tools tidak otomatis membuat pekerjaan menjadi lebih efektif. Tim membutuhkan proses untuk menemukan friction, memilih use case yang relevan, dan menguji nilai solusinya.

01

Pekerjaan manual berulang

Rekap laporan, pemeriksaan data, atau proses administratif menyita waktu.

02

Data tersebar

Informasi berada di banyak file dan format sehingga sulit diolah dengan konsisten.

03

AI dicoba tanpa arah

Tools digunakan karena tren, bukan karena kebutuhan kerja yang jelas.

Pendekatan program

Dari workplace problem menuju prototype yang bisa diuji.

Pendekatan Design Thinking menjaga proses tetap berangkat dari kebutuhan pengguna dan konteks kerja, bukan dari fitur tools.

01

Empathize

Memahami peran, proses, kebutuhan, dan friction yang dialami tim.

02

Define

Merumuskan problem statement yang spesifik dan layak diselesaikan.

03

Ideate

Mengeksplorasi serta memilih AI use case berdasarkan relevansi dan nilai.

04

Prototype & Test

Menyusun blueprint, membangun prototype, lalu mengujinya dengan feedback.

Pengalaman belajar

Workshop yang menghasilkan artefak kerja.

Peserta bekerja pada masalah dari fungsi atau unit mereka sendiri dan membawa pulang hasil yang bisa ditindaklanjuti.

01

AI Use Case

Peluang AI yang terkait langsung dengan masalah pekerjaan.

02

Problem Statement

Rumusan masalah sebagai fondasi pengembangan solusi.

03

Solution Blueprint

Gambaran alur input, proses, dan output solusi.

04

Prototype

Versi awal solusi AI yang dapat dicoba dan dikembangkan.

Untuk siapa

Dirancang untuk kebutuhan kerja nyata.

Materi dan contoh dapat disesuaikan dengan konteks organisasi, tujuan program, serta level peserta.

Pertanyaan umum

Hal yang perlu diketahui.

Format dan ruang lingkup akhir dapat didiskusikan berdasarkan kebutuhan organisasi.

Apakah peserta harus bisa coding?

Tidak. Fokus program adalah problem discovery, desain solusi, dan prototyping dengan pendekatan yang sesuai untuk profesional non-IT.

Apa yang dibawa pulang peserta?

AI use case, problem statement, solution blueprint, dan prototype awal.

Apakah studi kasus bisa disesuaikan?

Ya. Program in-house dapat menggunakan konteks fungsi dan tantangan kerja organisasi.

Diskusi kebutuhan

Siap mengembangkan kemampuan tim Anda?

Ceritakan tantangan dan target yang ingin dicapai. Kita bisa mendiskusikan fokus program, format, dan penyesuaian yang relevan.